Jumat, 11 Oktober 2013

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN,KOMUNIKASI,MOTIVASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI

BAB I
PENDAHULUAN

A.   TEORI HUBUNGAN KEPEMIMPINAN

Apa yang kalian ketahui tentang hubungan kepemimpinan ? apakah anda pernah mendengar dengan kalimat tersebut ? menurut pengertian saya hubungan kepemimpinan yaitu interaksi yang terjadi antara seorang pemimpin yang memimpin sebuah perusahaan terhadap pegawai atau bawahannya.dan sekarang saya akan bahas tentang arti dari hubungan kepemimpinan itu.Kegiatan manusia secara bersama-sama membutuhkan seorang pemimpin dalam memimpin usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru.Oleh karena itu banyak sekali studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinannya yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan.Teori kepemimpinan adalah penggenelarisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis .
Sebab sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono,1994:27).Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a)    Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b)    Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasan ,kewibawaan dan kemampuan yang  harus ada pada diri seorang pemimpin.
Ada beberapa teori – teori kepemimpinan yang didalamnya terdapat macam – macamnya seperti berikut:
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
Ø Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
Ø Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapatdiuku rmelalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan /hubungankerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalahfungsi dan gaya kepemimpinan
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu .

B.   TEORI MOTIVASI
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.. Kajian tentang motivasi telah sejak lama memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik, manajer, dan peneliti, terutama dikaitkan dengan kepentingan upaya pencapaian kinerja (prestasi) seseorang.Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
C.   TEORI KOMUNIKASI
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?
Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi limaunsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).
Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

D.   TEORI PENGEMBANGAN KARIR
Pegawai atau karyawan merupakan sumber daya yang dimiliki organisasi, mereka harus dipekerjakan secara efektif, efisien, dan manusiawi. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi permasaalahan tenaga kerja yang semakin kompleks. Oleh karenanya pengelolaan tenaga kerja sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) harus dilakukan secara professional oleh departemen tersendiri dalam suatu organisasi, yaitu Human Resource Departement (HRD).
Organisasi yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif di mata masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu peranan manajemen SDM dalam organisasi sangatlah besar. Manajemen SDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan individual maupun organisasi Salah satu bagian manajemen SDM  adalah pengembangan karir dari SDM sebagai tenaga kerja, pegawai ataupun karyawan itu sendiri.
Sementara Triton P.B. menyimpulkan definisi karir berdasarkan beberapa pendapat pakar sebagai kronologi kegiatan-kegiatan dan perilaku-perilaku yang terkait dengan kerja dan sikap, nilai dan aspirasi-aspirasi seseorang atas semua pekerjaan atau jabatan baik yang telah maupun yang sedang dikerjakannya.

Sedangkan pengertian pengembangan karir itu sendiri adalah proses pelaksanaan (implementasi) perencanaan karir. Pengembangan karir pegawai bisa dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui pendidikan dan latihan (diklat) dan melalui non diklat. Contoh pengembangan karir melaui diklat misalnya menyekolahkan pegawai, memberi pelatihan. Sementara contoh pengembangan karir melalui non diklat seperti memberi penghargaan kepada pegawai berprestasi, mempromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

BAB II
ISI

1)    HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Dalam teori Kartini Kartono menjelaskan bahwa hubungan kepimpinan untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.dan untuk pendapat saya hnbungan kepemimpinan terhadap pegawai sangat penting untuk mereka berinteraksi menanyakan informasi terbaru dari setiap kegiatannya.dengan adanya hubungan kepemimpinan yang baik akan tercipta suasana yang baik.
Pemimpin yang bijaksana,wibawa dan mempunyai etika yang baik akan berpengaruh besar terhadap pegawainya.dan tidak ada perasaan yang tidak menyenangkan terhadap pemimpinnya jika pemimpin tersebut berbuat yang benar.Situasi lingkungan bisnis yang secara dinamis terus berubah menuntut perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kegagalan dalam mengenal perubahan dan kecepatan beradaptasi dapat menyebabkan perusahaan tidak memiliki daya saing yang baik.
Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai organisasi:

·         Directive
Adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan seringkali disebut juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera melakukannya.
Participative
Dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk pengambilan keputusan
·         Laissez-faire
Mendorong inisiatif dari banyak pihak agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pengerjaan sampai menghasilkan outcome.
·         Adaptive
Gaya kepemimpinan yang mengalir dan menyesuaikan gaya sesuai dengan keadaan lingkungan dan individu yang berpartisipasi.
2)            HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI
Menurut pengertian motivasi McClelland kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku.menurut saya teori yang digunakan oleh McClelland benar karena untuk mencapai sebuah keberhasilan kita harus melalukan tugas atau pekerjaan yang sulit dan sebelumna kita belum pernah melakukannya.untuk menjadi yang berprestasi kita harus punya tujuannya yaitu kita harus dorong motivasi kita agar keinginan kita dapat kita capai.Sehingga kita harus mempunyai motivasi yang sangat tinggi karena adanya motivasi kita yang tinggi seseorang dapat melakukannya karena tersugesti oleh motivasi kita.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
  • Faktor Internal 

1. Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak;
2.    Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi;
3.  Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
4.    Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
5.    Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu
untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.


  • Faktor Eksternal
1.  Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
2.  Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
3. Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
4.   Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.

3)    HUBUNGAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Menurut pengertian berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.Teori yang diberikan oleh paradigma Lasswell ini benar karena yang si pembawa informasi akan memberikan sebuah kode terhadap si penerima informasi ,dan informasi yang disampaikan oleh si pembawa informasi bisa diterima oleh penerima.Dan ada kaitannya dalam hubungan kinerja pegawai .Kalau tidak ada komunikasi antara para pegawai dan pimpinannya tidak bisa dilakukannya sebuah pekerjaan.karena kalau tidak ada interaksi dalam sebuah perusahaan akan menimbulkan miss communicatin antara pekerja tersebut.makanya komunikasi sangatlah dibutuhkan dalam kinerja pegawai agar tidak terjadi kesalahan.
Secara umum ragam tingkatan komunikasi adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.
  2. Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.
  3. Komunikasi kelompok (group communication) yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok.memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.
  4. Komunikasi organisasi (organization communication) yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.Komunikasi massa (mass communication). Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

5.    HUBUNGAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Menurut teori Triton P.B. menyimpulkan definisi karir berdasarkan beberapa pendapat pakar sebagai kronologi kegiatan-kegiatan dan perilaku-perilaku yang terkait dengan kerja dan sikap, nilai dan aspirasi-aspirasi seseorang atas semua pekerjaan atau jabatan baik yang telah maupun yang sedang dikerjakannya.Adanya hubungan pengembangan kerir terhadap kinerja pegawai karena karir sangat mempengaruhi kinerja pegawai.karena perilaku-perilaku kita didalam kerja maupun yang lainnya sangat mempengaruhi kenaikan jabatan kita.karena berperilaku yang tidak baik saja dapat mempengaruhi jabatan atau karir kita kedepannya.
Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi karir :
  1. Hubungan pegawai dan organisasi
  1. Personalia Pegawai.
  1. Faktor Eksternal
  1. Politicking dalam organisasi
  1. Sistem Penghargaan
  1. Jumlah Pegawai
  1. Ukuran Organisasi
BAB III
   PENUTUP
Kesimpulan
Dengan adanya hubungan kepemimpinan, motivasi, komunikasi dan pengembangan karir disimpulkan bahwa ada keterkaitannya karena kalaudalam suatu perusahaan tidak ada pimpinannya tidak akan jalan suatu perusahaan karena tidak ada ya pimpin dalam berbagai kegiatan di perusahaan tersebut dan kalau pemimpin tidak bisa berinteraksi dengan pegawainya tidak akan tercipta suasana kerja yang baik.karena kalau tidak ada interakasi atau kepemimpinan baik dar pimpinan pegawai pun tidak ada nyaman dengan kerja seperti itu.hubungan motivasinya ,untuk mencapai sebuah kesuksesan pegawai ada keterkaitanya untuk menjadi sukses dalam pekerjaan dengan adanya motivasi atau dorongan dari dalam dirinya sendiri ia atau pemimpin yang memotivasi para pegawai agar sukses.Hubungan komunikasi pun harus tercipta dalam lingkungan pekerjaan atau sesame pegawai untuk mensukseskan sebuah perusahaan .karena kalau tidak ada komunikasi yang baik antar para pegawai perusahaan pun tidak akan berjalan dengan baik,karena dengan adanya suatu komunikasi kita dapat bertukar pikiran atau informasi.Hubungan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan pun juga berpengaruh terhadap pegawai karena kalau kita tidak mempunyai attitude yang baik akan berpengaruh buruk terhadap karir kita kedepannya.itulah yang menghambat jabatan kita atau karir kita untuk menjadi yang terbaik(naik jabatan).

Saran
            Saya menyarankan agar hubungan kepemimpinan,motivasi,komunikasi, dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai agar selalu diperhatikan atau dirubah menjadi baik lagi.ciptakan suasana nyaman ditempat kerja dan yang paling penting kita harus bisa menjaga interakasi terhadap para pegawai dan menjaga komunikasi dengan baik dalam suatu lingkungan kerja agar kita bisa sukses kedepannya

                                                           

SUMBER      :

Senin, 08 Juli 2013

Tugas Kuliah ILMU BUDAYA DASAR

SEMINAR FENOMENA CYBERCRIME
DALAM PERSPEKTIF ISLAM



           Dengan saya mengikuti seminar tentang fenomena cybercrime dalam persepktif islam saya mengetahui informasi-informasi tentang kejahatan di dunia maya yang belum saya ketahui sebelumnya..saya menghimbau kepada para mahasiswa ketika ada seminar cobalah ikutlah,mungkin saja berguna untuk anda semua.

Minggu, 07 Juli 2013

Tugas Kuliah IBD Puisi "Arti Cinta"

Arti Cinta

Di dalam kedinginan jiwaku
Kau hadir mendekap erat kalbuku
Dalam kesendirian nuraniku
Kau temani aku dengan kemesraan
Dalam kegalauan jiwaku
Kau hadir untuk menghiburku
Dalam kesepian malamku
Kau hadir dalam indahnya mimpiku

Tiada yang kupikirkan selama ini
Kecuali aku merasa berarti bersamamu
Kan kuayun langkahku ini
Bersama irama kerinduan
Kangen khan selalu menyelimuti hatiku
Tak ada sesuatu terindah untuku
Karena kau segala-galanya bagiku

Arti dari puisi tersebut :


Menceritakan bahwa berartinya sebuah cinta dalam kehidupan kita.cinta yang memberi keindahan di keseharian kita.Cinta yang membuat hari-hari kita merasa bahagia,tanpa adanya rasa cinta dalam kehidupan kita ,hidup kita menjadi suram,tidak berwarna dan gelap.Cinta membuat hidup kita berbunga-bunga dan membuat hari-hari kita berwarna.Maka dari itu carilah cinta sejatimu.



Tugas Kuliah IBD pengalaman Harapan dan Cara Mencapainya

HARAPAN DAN CARA MENCAPAINYA

A.   Pengertian Harapan
Apa yang kalian ketahui tentang sebuah harapan ?Pasti anda pernah mempunyai harapan dan mencapai harapan tersebut.Pasti kita berjuang dengan susah payah untuk mencapai harapan – harapan tersebut.Untuk sebuah pengertiannya ,yang dimaksud dengan .Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

B.    Pengalaman Pribadi Tentang Harapan
     Pengalaman yang saya alami tentang harapan adalah ketika saya menghadapi UTS di sebuah Universitas Swasta Di Jakarta.Berharap untuk mencapai nilai yang baik dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saya belajar bersungguh-sungguh dalam menghadapi UTS  tersebut.Saya belajar,mengahafal apa yang perlu saya hafal dan saya sangat serius dalam menjalani Ulangan hari pertama saya .Dan akhirnya saya berhasil mendapatkan nilai yang terbaik dikelas saya dengan usaha saya yang susah payah,dan tidak sia-sia hasilnya sangat memuaskan untuk saya..


Cara Mencapai harapan tersebut ,saya menggunakan cara :
  • ·         Pertama saya berdoa kepada Tuhan YME
  • ·         Kedua saya belajar dengan bersungguh-sungguh
  • ·         Ketiga Percaya diri pada kemampuan kita,karena kita sudah mempelajarinya.


          Dengan cara tersebut ,akhirnya saya mencapai harapan tersebut.Saya mendapatkan nilai terbaik dikelas saya.Itulah kerja keras saya dan usaha saya dalam mencapai harapan-harapan kecil saya..semoga pengalaman saya dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tugas Kuliah IBD Kegelisahan Dan Cara Mengatasinya

Kegelisahan dan Cara Mengatasinya

A.   Pengertian Kegelisahan
Apa yang dimaksud dengan kegelisahan ?Pasti anda pernah mengalami kegelisahan dalam kehidupan sehari-hari…disini saya akan menceritakan kegelisahan yang pernah saya alami .Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Pengalaman Pribadi Tentang Kegelisahan
Kegelisahan ketika saya mendengar kabar dari tante saya ketika saya mendengar ayah saya kecelakaan di sebuah daerah di Tangerang.Waktu itu saya benar-benar sangat gelisah,karena tidak seorang pun yang mengabari saya termasuk ibu saya pun tidak mengabari saya.Waktu ketika saya mendengar kabar tersebut hati saya benar-benar takut,saya takut ayah saya terjadi sesuatu kepadanya.Waktu itu saya berpikiran negative kepada apa yang menimpa ayah saya.Saya benar-benar tidak merasa tenang dengan keadaan ini. Saya merasa cemas apa yang terjadi dengan ayah saya pun saya tidak tahu.ini pengalaman kegelisahan saya yang benar-benar membuat saya tidak tenang.

B.    Cara Mengatasi Kegelisahan saya diatas adalah dengan cara        :
  • ·         Pertama saya tenangkan hati dan pikiran saya
  • ·         Kedua saya Minum air putih untuk membuat hati saya tenang
  • ·         Ketiga Saya harus berpikiran positive
  • ·         Keempat saya mencoba telepon ibu saya dan menanyakan apa yang terjadi..

   Dengan cara itu saya dapat mengatasi kegelisahan saya,dengan hati dan pikiran saya yang tenang saya dapat berpikir positive dan menghilangkan rasa kegelisahan saya tersebut..Itulah pengalaman kegelisahan saya ,yang saya alami.Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca .

Tugas Kuliah IBD Makalah Manusia Dan Keindahan

  BAB I
    PENDAHULUAN
                                     MANUSIA DAN KEINDAHAN

1.      LATAR BELAKANG
Keindahan berasal dari kata indah.Keindahan berarti sesuatu yang baik,menyenangkan,ilmu yang indah ,kebajikan yang indah atau sebagai bentuk yang indah .Keindahan sangat berhubungan era dengan manusia,seni,keserasian,kehalusan.Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia yang mati sebelum waktunya.Bisa jadi,karena keindahan adalah pelengkap hidup manusia.
 Maka bila manusia yang hidup tanpa keindahan pada hakikatnya dia sudah mati. Keindahan bisa membuat kita gembira, bersyukur, dan lain-lain. Orang yang hidup tanpa keindahan pada realita maka dia akan cenderung kurang bersemangat. Oleh karena itu, dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam manusia dan keindahan.

2.      TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan ini dibuat adalah untuk memberikan informasi atau pembelajaran kepada pembaca umum agar mengetahui sejarah dari pengertian manusia dan keindahan.


3.      RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup penulisan ini adalah   :

a.       Pengertian Keindahan
b.      Keindahan dalam arti estetik murni
c.       Nilai Intrinsik Dan Nilai Entristik
d.      Kontemplasi dan Ekstansi









                                                            BAB II
                                                   PEMBAHASAN

                                        MANUSIA DAN KEINDAHAN


A.Pengertian Keindahan
            Keindahan berasal dari kata indah ,yang artinya adalah bagus,permai,cantik,elok,molek dan sebagainya.Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah ,pemandangan alam(pantai,pegunungan,danau,bunga-bunga),manusia(wjah,mata,bibir,hidung,rambut,kaki,tubuh,)Keindahan adalah identik dengan kebenaran atau kenyataan.
            Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Garis Besar Estetik’(Filsafat Keindahan) dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”Perancis “beau”,Italia dan Spanyol “bello”.Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”.Akar Katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekan sehingga ditulis “bellum”.
            Manusia setiap waktu memperindah diri,pakaian,rumah,kendaraan,dan sebgainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya .Semu ini menunjukan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan.Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai sesuatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah .Untuk pembedaan itu dalam bahasa inggris sering dopergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan” the beautiful” (benda atau hal indah).Dalam pembatasan filsafat ,kedua pengertian ini kadang-kadang dicampuradukan saja disamping itu terdapat juga perbedaan menurut luasnya perngertian ini sebagai berikut :
1.      Keindahan dalam arti luas
2.      Keindahan dalam arti estetis murni
3.      Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatannya.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dar bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan,plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah ,Sedang Aritoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan .Plotinus menulis tentang ilmu yang indah ,kebajikan yang indah .Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah.Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran .Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputu keindahan seni,keindahan alam,keindahan moral dan keindahan intelektual.

B. Keindahan Dalam Arti Estetik Murni
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan diangggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral,nilai ekonomik,nilai pendidikan dan nilai sebagainya,Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.Nilai adalah suatu realitas pskologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan ,karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.Nilai itu oleh orang percaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.Dalam “Dictionary Of Sociology And Related Science”diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : The believed capacity of any object to saticgy a human desire.The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group. Maksudnya adalah Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat mmuaskan keinginan manusia.Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau  suatu kelompok.
            Hal itu bearti bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan,karena terdapat dalam jiwa manusia  dan bukan pada hendaknya itu sendiri .Nilai itu oleh orang dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

C. Nilai Intrinsik dan Nilai Entristik
            Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif .Tetapi penggolongannya yang penting ialah :
·         Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana  untuk sesuatuhal laina (instrument/contributory),yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
·         Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan ,atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
D. Kontemplasi dan Ekstansi
·         Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai – nilai ,makna,manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
·         Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan ,merasakan dan menikmati sesuatu yang indah .Manusia menciptkan berbagai mecam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut.Semuanya ini dilakukan dan hanya bis terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi .Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserbasempurnaan kehidupan manusia.

Manusia dan keindahan merupakan satu kesatuan .Bisa dibilang begitu karena keindahan juga merupakan begian dari manusia ,manusia sangat memperhatikan keindahan dari cara berpakaian,cara berbicara ,cara berjalan ,cara bergaya,dan lain-lain.Keindahan juga bisa diciptakan dengan oleh manusia seperti melukis ,bernyanyi,dan memainkan alat music ,tak sedikit manusia yang membuat keindahan untuk diri sendiri dalam arti untuk kehidupan makhluk hidup lainnya,contoh bila mana kalau ita merawatkebersihan lingkungan sekitar maka akan tercipta kerukunan yang sejuk dan indah,jika itu dapat dilakukan itu akan menjadi budaya yang sangat menarik.

4.      Daftar Pustaka

Whidagdo, Djoko.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2003
Try, Prasetio, Djoko. Ilmu Budaya DasarMKDU. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 1998